Pages

Followers

Friday, December 10, 2010

Bersalam Dengan Bukan Muhrim

Aku sangat teruja dengan persoalan tersebut. Tapi kadang2 kita patut menyambut salam dari orang yang menghulurkan tangan. Itu adalah sebagai tanda hormat kepada yang menghulurkan tangan tanpa ada langsung melibatkan perasaan.

Soalan itu langsung tak ada dalam kamus hidup aku suatu ketika dahulu…Dulu2 kan memang ‘karat jahiliah’ sikit. But as you grow older, everything change. Berubah ke arah membuat suruhan Allah dan tinggalkan segala larangan Nya. Although some people say its ok, me trying to be on the safe side. Actually dalam bab shake hands nih suprisingly Orthodox Jews are under the same restriction. They are also not permitted to shake hands with members of the opposite sex. The same is true for Orthodox Hindus. Maybe other cultures out there that face similar restrictions.
Firman Allah;

"Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana". (An-Nuur: 60)
Hadith Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam:

"Artinya : Andaikan ditusukkan ke kepala salah seorang diantara kalian dengan jarum besi, yang demikian itu lebih baik daripada dia harus menyentuh wanita yang tidak dibolehkan baginya".

"Wahai Rasulullah, kami berbai’at kepadamu untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kami, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik".

Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata. "Pada hal-hal yang kamu mampu". Maka wanita-wanita itupun berucap. "Allah dan Rasul-Nya lebih menyayangi kami daripada diri kami sendiri, mari kami akan berbai’at kepadamu, wahai Rasulullah".

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya aku tidak menyalami wanita, karena ucapanku bagi seratus wanita sama seperti ucapanku bagi satu wanita, atau seperti ucapanku bagi satu wanita".

(Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwattha’, hal. 982 dari Muhammad bin Al-Munkadir, dari Umaimah).

Kedua hadits di atas menunjukkan bahwasanya seorang wanita tidak boleh bersalaman dengan laki-laki yang bukan muhrimnya, karena sentuhan merupakan langkah pendahuluan dari perzinaan.

Hal itu dibenarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana beliau bersabda.

"Artinya : Telah ditetapkan bagi anak cucu Adam bagian-bagiannya dari zina, yang dia pasti mengetahuinya. Zina kedua mata adalah berupa pandangan, zina kedua telinga berupa pendengaran, zina lisan berupa ucapan, zina kaki berupa langkah, sedangkan hati mengharap dan menginginkan, dan kemaluan yang membenarkan dan mendustainya".
Apa yang sangat menyedihkan, berjabat tangan ataupun bersentuhan dikalangan lelaki dan wanita Melayu Islam dizaman sekarang seolah-olah sudah menjadi kebiasaan ataupun adat yang perlu diikut. Walaupun mereka sebenarnya tahu hukumnya, tetapi masih juga mengamalkan ‘budaya’ yang dikatakan sebagai adat tersebut.

On a personal opinion, I agree it is best to avoid shaking hands. But there have been occassions where I had to shake hands with close friends, jangan salah anggap my intention is only mengeratkan silaturrahim and it happened so fast that I didn’t have time to stop and avoid.

But as long as I know my intentions are right. Coz, every act that we do is based upon our intention. Ya Allah ampun kan ku ... .Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf.

Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment